Perlu Diketahui Perkembangan Anak Usia Dini

Anak usia dini adalah anak pada usia 0-8 tahun. Masa kanak-kanak adalah periode paling mendasar bagi perkembangan masa kanak-kanak. Selain itu, periode ini juga disebut self-development.

Perkembangan anak usia dini melibatkan aspek yang berbeda, yaitu aspek fisik-motorik, kognitif, linguistik, artistik dan sosio-emosional. Aspek ini tidak bisa dikembangkan secara mandiri, namun aspek ini saling tergantung. Jika satu aspek tidak berkembang dengan baik, aspek lainnya juga memperparah perkembangannya.

Berikut adalah aspek berikut:

Pengembangan mesin fisik
Yang pertama adalah aspek perkembangan motor fisik. Bila pertumbuhan fisik tidak selalu sama untuk semua anak, beberapa anak mengalami pertumbuhan yang cepat dan mengalami serangkaian penundaan. Pada usia yang sama, terkadang kita mendapati satu anak memiliki tubuh panjang dan yang lainnya lebih kecil.

Di masa kanak-kanak, pertumbuhan tinggi badan dan berat badan cukup seimbang, namun tubuh anak akan berangsur-angsur berubah. Bila anak bayi memiliki penampilan berminyak, tubuhnya akan perlahan turun saat kaki dan lengan mulai melebar.

Perkembangan anak motor juga berkembang dengan baik. Jika ada anak yang tidak kompeten pada usia 1 tahun, anak-anak biasanya berusia 2,5 tahun, melompat, menendang dan memanjat. Setiap gerakan ini sesuai dengan kebutuhan atau minat. Saat ini ditandai dengan pergerakan atau aktivitas yang berlebihan. Anak-anak cenderung memiliki gerakan yang cukup responsif dan mudah beradaptasi. Itulah sebabnya usia ini adalah waktu yang tepat untuk belajar keterampilan motorik seperti menulis, menggambar, melukis, berenang, sepak bola dan atletik.

Perkembangan kognitif
Perkembangan kognitif mencakup pengembangan pemikiran dan berfungsinya aktivitas berpikir. Dalam hidup Anda, anak mungkin menghadapi masalah yang membutuhkan solusi. Memecahkan masalah adalah langkah yang lebih kompleks pada anak-anak. Sebelum anak bisa menyelesaikan masalah, anak harus memiliki kesempatan untuk menemukan cara mengatasinya.

Faktor kognitif berperan penting dalam keberhasilan anak dalam belajar, karena sebagian besar kegiatan belajar selalu berhubungan dengan masalah ingatan dan pemikiran. Perkembangan struktur kognitif terjadi dalam urutan yang sama untuk semua anak.

Pengembangan bahasa
Bahasa adalah cara berkomunikasi dengan orang lain. Dalam pengertian ini, ini mencakup semua metode komunikasi di mana pikiran dan perasaan diungkapkan melalui tulisan, mulut, gerak tubuh atau gerakan dengan menggunakan kata-kata, ungkapan suara, simbol, gambar. atau lukisan Menurut Miller, bahasa adalah serangkaian kata, bahasa juga bisa digunakan untuk menyampaikan informasi tentang berbagai tempat atau waktu.

Perkembangan sosial emosional
Emosi anak mulai matang di usia muda. Anak-anak mulai mengenali efek dari kinerja emosional mereka. Anak mulai memahami perasaan orang lain, seperti apa yang dirasakan orang lain saat mereka terluka, dan mengajari mereka mengendalikan emosi mereka.

Perkembangan artistik
Seni anak dapat mengembangkan aspek perkembangan lainnya, seperti menyanyikan huruf dan angka selama belajar mengembangkan aspek pengembangan kognitif atau pemotongan, menggambar dan menari untuk mengembangkan aspek perkembangan kognitif, fisik dan mental. mesin anak-anak . Kemampuan anak-anak muda untuk bereksperimen dan melakukan berbagai keterampilan atau karya seni dapat dihasilkan dan dikembangkan dengan cepat melalui pelatihan dan orientasi, sambil menyesuaikan diri dengan karakteristik pembelajaran awal.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *