5 tips untuk hamil di trimester pertama

Tahukah Anda jika trimester pertama adalah masa kehamilan yang penting? Trimester pertama adalah awal dari perkembangan Jani, sehingga sistem organ dan organ akan mulai terbentuk dengan sempurna.

Akibatnya, trimester pertama ibu akan mengalami perubahan fisik dan hormonal yang sering merasa pusing dan mual. Tidak hanya itu, seorang ibu yang sedang hamil juga bisa merasa malu secara emosional. Bahkan kehamilan itu sendiri masih sangat sensitif, sehingga rentan terhadap aborsi.

Untuk menjaga kehamilan di trimester pertama, perawatan yang ibu hamil perlu mengatasi keluhan umum, seperti:

1. Perdarahan
Selama trimester pertama, perdarahan pada wanita hamil adalah gejala serius yang menunjukkan bahwa kehamilan dalam kesulitan. Karena itu, jika Anda mengalami pendarahan, bahkan jika Anda harus segera menemui dokter untuk menerima perawatan.

2. Mual dan muntah
Pada trimester pertama adalah keluhan umum yang dialami oleh ibu hamil, mual dan muntah. Kebiasaan ini disebabkan oleh hormon HCG beta dalam darah. Meskipun sudah umum, ibu hamil harus berbicara dengan dokter mereka jika mereka mengalami mual dan muntah yang berlebihan.

3. Demam tinggi
Suhu tubuh wanita hamil lebih tinggi dibandingkan wanita yang tidak hamil. Tetapi jika suhu mencapai 38 derajat Celcius atau lebih, wajah ibu demam.

4. insomnia
Pada trimester pertama, ibu menjadi sulit untuk tidur atau tidur di malam hari. Ini terjadi karena ibu mengalami perubahan pola tidur dan menjadi lunak di pagi hari.

 

Kehamilan pada trimester pertama sangat rentan. Ibu dan orang-orang di daerah itu harus sangat peduli dengan masalah kesehatan. Tidak hanya untuk kesehatan ibu, tetapi juga untuk calon anak. Perkembangan anak sangat bergantung pada cara ibu merawat kehamilan. Berikut adalah lima tips untuk mempertahankan kehamilan trimester pertama yang harus dilakukan ibu Anda:

1. Hindari merkuri
Mengidam adalah praktik umum di kalangan wanita hamil. Seekos biasanya menjadi favorit bagi wanita hamil ketika mereka menginginkannya. Nah, ibu harus memilih seafood dengan hati-hati karena jika tidak hati-hati, Anda bisa memilih. Seekos mengandung merkuri. Pilih larutan garam seperti salmon, dan mengandung banyak manfaat omega 3 yang baik untuk janin. Jika makanan laut yang terinfeksi dapat dimakan, ini dapat menyebabkan cacat pada janin.

2. Makanan setengah matang
Makanan yang tidak dirawat di mata mungkin terkontaminasi oleh toksoplasmosis yang berbahaya bagi janin. Misalnya, hindari makanan yang tidak dimasak seperti sushi dan telur setengah matang.

3. Rokok dan alkohol
Bahkan jika dia tidak merokok, itu tidak berarti bahwa wanita hamil dapat merokok dengan aman. Menjadi perokok pasif bisa berbahaya bagi janin. Tidak hanya alkohol dalam makanan yang mengandung rum dapat mengganggu kesehatan dan pertumbuhan bayi di masa depan.

4. Pemeriksaan rutin
Jangan lewatkan pemeriksaan rutin dokter atau bidan Anda. Ibu harus mengendalikan kesehatan anak di dalam rahim. Berat badan Anda, perkembangan fisik Anda, dapat dikendalikan sesuai dengan rahim. Bicarakan dengan dokter Anda sehingga Anda dapat memenuhi asupan yang diperlukan selama kehamilan.

5. Aktivitas ringan
Ibu dengan riwayat anemia harus menghindari aktivitas intens selama kehamilan. Jika ibu Anda adalah wanita profesional yang telah bekerja, mulailah kegiatan rutin agar tidak mengurangi kesehatan ibu dan anak selama kehamilan. Tidak ada salahnya mengikuti kelas olahraga untuk menjaga tubuh Anda tetap bugar.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *